Inews Nanga Bulik – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah agenda nasional, sekaligus menandai tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.
Capaian ini disebut sebagai hasil kerja keras pemerintah bersama petani, pelaku usaha pangan, TNI–Polri, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian dan pangan nasional.
Tonggak Sejarah Ketahanan Pangan Nasional
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan bagian dari strategi besar kemandirian bangsa. Indonesia kini dinilai mampu memenuhi kebutuhan pangan utama dari produksi dalam negeri tanpa ketergantungan pada impor.
“Swasembada pangan bukan sekadar target ekonomi, tetapi simbol kedaulatan dan harga diri bangsa,” tegas Prabowo.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru setelah Indonesia selama bertahun-tahun menghadapi tantangan ketergantungan impor, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga pangan global.
Fokus pada Peningkatan Produksi dan Perlindungan Petani
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa capaian swasembada pangan didorong oleh kebijakan yang berpihak pada petani. Pemerintah memperkuat dukungan melalui penyediaan pupuk bersubsidi, perbaikan irigasi, penggunaan benih unggul, serta kepastian harga hasil panen.
Selain itu, pemerintah juga memastikan penyerapan hasil panen petani berjalan optimal melalui peran Badan Urusan Logistik dan lembaga terkait, sehingga petani memperoleh harga yang layak dan stabil.

Baca juga: Prabowo Minta Disiplin Prosedur Ditingkatkan untuk Program MBG
Optimalisasi Lahan dan Teknologi Pertanian
Upaya swasembada pangan juga didukung oleh optimalisasi lahan pertanian dan pemanfaatan teknologi modern. Pemerintah mendorong ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian, termasuk pengembangan lahan baru serta peningkatan produktivitas lahan yang sudah ada.
Teknologi pertanian presisi, mekanisasi, dan digitalisasi pertanian turut berperan dalam meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya operasional petani.
Peran TNI dan Lintas Sektor dalam Ketahanan Pangan
Presiden Prabowo juga menyoroti peran penting TNI dan lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Keterlibatan TNI dalam pendampingan petani, pembukaan lahan, hingga distribusi pangan dinilai mempercepat pencapaian target swasembada.
Sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan produksi dan distribusi pangan.
Dampak Positif bagi Stabilitas Ekonomi dan Sosial
Pencapaian swasembada pangan diyakini membawa dampak positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Dengan berkurangnya ketergantungan impor, Indonesia lebih tahan terhadap gejolak harga pangan global dan tekanan inflasi.
Selain itu, swasembada pangan juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pedesaan, sekaligus membuka lapangan kerja di sektor pertanian dan industri pendukungnya.
Komitmen Jaga Keberlanjutan Swasembada
Meski telah mencapai swasembada pangan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berpuas diri. Fokus ke depan adalah menjaga keberlanjutan produksi, meningkatkan kualitas pangan, serta memastikan distribusi yang merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah juga berkomitmen menghadapi tantangan perubahan iklim dengan memperkuat riset pertanian, adaptasi teknologi, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Apresiasi untuk Petani dan Seluruh Pemangku Kepentingan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang disebut sebagai pahlawan pangan bangsa. Ia menegaskan bahwa tanpa kerja keras petani, swasembada pangan tidak mungkin terwujud.
“Petani adalah tulang punggung ketahanan nasional. Negara akan terus hadir dan melindungi mereka,” ujarnya.
Menuju Indonesia Berdaulat dan Mandiri
Pengumuman swasembada pangan tahun 2025 menjadi bagian dari visi besar pemerintahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berdaya saing global. Ketahanan pangan dinilai sebagai fondasi utama menuju ketahanan nasional yang kuat.
Pemerintah berharap capaian ini dapat dijaga dan ditingkatkan, sehingga Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga mampu menjadi lumbung pangan dunia di masa depan.















