Inews Nanga Bulik – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peningkatan disiplin prosedur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penekanan tersebut disampaikan sebagai upaya memastikan program strategis nasional itu berjalan tepat sasaran, aman, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Presiden menilai, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh ketepatan tata kelola, kepatuhan pada standar operasional, serta pengawasan berjenjang di seluruh daerah.
Program Strategis untuk Masa Depan Bangsa
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah. Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Menurut Presiden, program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat, sehingga tidak boleh ada kelalaian dalam pelaksanaannya.
Disiplin Prosedur Jadi Kunci Keberhasilan
Dalam arahannya, Prabowo secara khusus meminta seluruh jajaran terkait, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaksana di lapangan, mematuhi prosedur yang telah ditetapkan. Disiplin prosedur mencakup pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan kualitas gizi dan kebersihan.
Presiden menegaskan bahwa setiap tahapan harus dilakukan sesuai standar demi mencegah kesalahan teknis yang berpotensi merugikan penerima manfaat.

Baca juga: Nadiem Makarim: Saya dilahirkan dalam keluarga pejuang antikorupsi
Jamin Keamanan dan Kualitas Makanan
Selain aspek gizi, Presiden juga menekankan pentingnya keamanan pangan dalam program MBG. Ia meminta agar proses memasak dan distribusi makanan memperhatikan standar kesehatan dan kebersihan secara ketat.
Menurut Prabowo, kualitas makanan yang diberikan harus benar-benar terjamin agar tidak menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi anak-anak sekolah.
Peran Pengawasan dan Evaluasi Berkala
Prabowo menilai pengawasan menjadi faktor krusial dalam menjaga konsistensi pelaksanaan MBG. Ia meminta adanya evaluasi berkala dan laporan rutin untuk memastikan program berjalan sesuai target dan aturan.
Presiden juga mengingatkan agar setiap temuan di lapangan segera ditindaklanjuti, baik melalui perbaikan teknis maupun langkah administratif.
Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat
Pelaksanaan MBG melibatkan banyak pihak lintas sektor. Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun kendala distribusi.
Prabowo berharap pemerintah daerah dapat menjadi garda terdepan dalam memastikan program berjalan lancar dan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Tegas terhadap Pelanggaran
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi pelanggaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Setiap bentuk penyimpangan prosedur, kelalaian, atau penyalahgunaan anggaran akan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.
Langkah tegas ini, menurut Presiden, diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan program benar-benar berpihak kepada rakyat.
Harapan Program MBG Berjalan Berkelanjutan
Dengan peningkatan disiplin prosedur, Presiden optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan berkelanjutan dan merata di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan gizi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda.
Prabowo menutup arahannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan MBG adalah tanggung jawab bersama dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, sehat, dan berdaya saing.















