Inews Nanga Bulik — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi membuka Bulan Bakti Program Kesehatan Hewan (PKH) 2025, sebuah agenda tahunan yang berfokus pada edukasi peternakan, peningkatan kesehatan hewan, serta penguatan ketahanan pangan daerah. Kegiatan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dokter hewan, peternak lokal, akademisi, dan para pelaku usaha ternak.
Dengan tema “Peternakan Sehat, Pangan Kuat, Masyarakat Sejahtera”, Bulan Bakti PKH tahun ini diarahkan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan hewan, praktik budidaya berkelanjutan, serta pencegahan penyakit yang dapat mengancam produksi pangan.
Fokus pada Edukasi dan Layanan Kesehatan Hewan
Kepala Dinas Pertanian Kalteng menyampaikan bahwa Bulan Bakti PKH 2025 tidak hanya berisi kegiatan seremonial, tetapi juga menyasar edukasi nyata kepada peternak di seluruh kabupaten/kota. Program mencakup:
-
Pelatihan kesehatan hewan dan biosekuriti.
-
Pemeriksaan kesehatan ternak secara gratis.
-
Vaksinasi dan pengobatan penyakit endemik.
-
Konsultasi manajemen pakan dan sanitasi kandang.
“Peternak harus memahami pentingnya menjaga kualitas kesehatan hewan sejak awal. Ketahanan pangan tidak akan kuat jika kesehatan ternak diabaikan,” ujarnya.
Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Pemprov Kalteng menekankan bahwa peningkatan kesehatan ternak berdampak langsung pada ketersediaan pangan hewani, seperti daging, telur, dan susu. Dengan edukasi yang tepat, peternak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat penyakit.
“Ketahanan pangan dimulai dari peternak. Melalui program ini, kita ingin memastikan pangan asal hewan cukup, berkualitas, dan aman dikonsumsi,” kata perwakilan pemerintah provinsi.

Baca juga: Pemkab Barito Timur Fasilitasi Operasi Katarak Gratis bagi 47 Warga
Gandeng Akademisi dan Komunitas Peternak
Dalam Bulan Bakti PKH 2025, Pemprov Kalteng menggandeng universitas, komunitas peternak, serta praktisi untuk memberikan pendidikan langsung di lapangan. Kolaborasi ini memastikan materi pelatihan lebih sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi peternakan terkini.
Para peserta mendapatkan sesi edukasi mengenai:
-
teknologi pakan fermentasi,
-
pengembangan bibit unggul,
-
pengendalian hama dan penyakit,
-
serta tata kelola usaha peternakan berbasis lingkungan.
Respons Positif dari Peternak Lokal
Sejumlah peternak menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengaku terbantu dengan konsultasi langsung dan layanan kesehatan hewan gratis yang jarang mereka dapatkan secara rutin.
“Selama ini kalau ada ternak sakit, kami bingung harus ke mana. Program ini sangat membantu,” ujar salah satu peternak sapi dari Kabupaten Kapuas.
Dukungan untuk Swasembada Ternak di 2026
Bulan Bakti PKH 2025 menjadi fondasi bagi target pemerintah daerah untuk memperkuat swasembada komoditas ternak pada 2026. Pemerintah menilai peningkatan kapasitas peternak adalah langkah paling strategis untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Pemprov Kalteng berharap kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, namun menjadi gerakan kolektif membangun daerah yang mandiri pangan.















