Nanga Bulik – Tugu tapal batas wilayah Kabupaten Barito Timur kini memerlukan perbaikan menyusul kondisi fisik yang mulai rusak dan memprihatinkan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan ketidakjelasan batas wilayah serta mengurangi fungsi tugu sebagai simbol kedaulatan daerah.
Kondisi Tugu yang Memprihatinkan
Berdasarkan pantauan, beberapa tugu tapal batas Bartim tampak retak, cat memudar, dan sebagian bahkan hampir roboh. Lokasi tugu tersebar di sejumlah titik perbatasan, baik dengan kabupaten tetangga maupun provinsi.
Warga setempat menyatakan bahwa kondisi tugu yang rusak membuat masyarakat sulit mengetahui dengan pasti garis batas administratif daerah. “Kalau tugu rusak, masyarakat bingung di mana batas wilayah, apalagi bagi petani dan pengusaha yang membutuhkan kepastian wilayah,” ujar
Fungsi Tugu Tapal Batas
Tugu tapal batas bukan sekadar monumen, tetapi memiliki fungsi strategis:
-
Menegaskan kedaulatan wilayah – Tugu menjadi penanda resmi batas administratif Bartim dengan daerah lain.
-
Mempermudah pengawasan wilayah – Petugas pemerintah dapat memantau wilayah secara efektif jika tugu terawat.
-
Sebagai identitas daerah – Tugu menjadi simbol kebanggaan dan identitas Bartim bagi masyarakat dan pengunjung.
Kerusakan tugu dapat menurunkan efektivitas fungsi-fungsi tersebut dan bahkan memicu sengketa batas antarwilayah jika tidak segera diperbaiki.

Baca juga: Tutup Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2025, Ini Pesan Bupati Barsel yang Disampaikan Asisten 1
Harapan Perbaikan dari Pemerintah
Sejumlah tokoh masyarakat dan aparat desa berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti kondisi ini. Mereka mengusulkan agar pemerintah kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum atau instansi terkait melakukan renovasi, termasuk pengecatan ulang, perbaikan struktur, serta pemasangan papan informasi resmi.
“Pemerintah harus menindaklanjuti, jangan sampai tugu yang menjadi simbol batas wilayah dibiarkan rusak. Selain memperbaiki fisik, bisa juga ditambah informasi digital untuk mempermudah identifikasi,” ujar
Upaya Pemeliharaan Jangka Panjang
Selain perbaikan, masyarakat dan pemerintah diminta berkolaborasi untuk menjaga keberlanjutan tugu tapal batas. Hal ini bisa dilakukan melalui:
-
Pemeliharaan rutin dan pengecekan kondisi tugu.
-
Sosialisasi pentingnya tugu tapal batas kepada masyarakat.
-
Pemasangan tanda tambahan atau teknologi penanda batas berbasis GPS.
Kombinasi fisik dan teknologi diharapkan membuat tugu tetap berfungsi optimal dan awet.
Kesimpulan
Tugu tapal batas Bartim memiliki peran strategis dalam menegaskan kedaulatan, mempermudah pengawasan, dan menjadi identitas daerah. Kerusakan yang terjadi saat ini menjadi perhatian serius dan membutuhkan perbaikan segera serta pemeliharaan jangka panjang. Dengan langkah ini, Bartim dapat menjaga ketertiban wilayah sekaligus meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap daerahnya.















