Nanga Bulik – Mantan Menteri Sosial sekaligus politisi senior Golkar, Idrus Marham, menilai reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis sekaligus bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat. Menurutnya, perubahan komposisi kabinet adalah bagian dari upaya penyegaran untuk memperkuat kinerja pemerintah di tengah dinamika politik dan tantangan pembangunan nasional.
Reshuffle Dinilai Sebagai Penyegaran
Idrus menjelaskan bahwa reshuffle kabinet merupakan hal wajar dalam sistem pemerintahan. Pergantian menteri atau pejabat tinggi negara disebutnya sebagai mekanisme evaluasi agar program-program pemerintah berjalan sesuai harapan rakyat.
“Reshuffle jangan dilihat sebagai sekadar pergantian orang, tetapi sebagai bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kinerja kabinet. Presiden tentu memiliki pertimbangan matang, termasuk masukan dari masyarakat,” ujar Idrus dalam keterangannya di Jakarta.
Aspirasi Publik Jadi Pertimbangan
Menurut Idrus, Presiden Prabowo memiliki gaya kepemimpinan yang terbuka terhadap masukan rakyat. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan, termasuk reshuffle, tidak bisa dilepaskan dari suara publik yang menginginkan perbaikan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
“Rakyat ingin hasil nyata, bukan sekadar janji. Reshuffle adalah sinyal bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi itu dan berusaha menghadirkan solusi konkret,” imbuhnya.

Baca juga: Lisa Mariana Sindir Ridwan Kamil yang Tolak Tes DNA Ulang: Kalau Yakin 1.000 Persen Ngapain Takut?
Tantangan Pemerintahan ke Depan
Idrus menyoroti bahwa tantangan pemerintahan ke depan tidaklah ringan. Stabilitas ekonomi global, ketahanan pangan, peningkatan investasi, serta penegakan hukum yang berkeadilan menjadi isu-isu penting yang harus dijawab kabinet.
“Oleh karena itu, kabinet perlu diisi oleh figur-figur yang bukan hanya profesional, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan rakyat. Dengan begitu, pemerintah bisa bergerak cepat dan tepat,” jelasnya.
Optimisme Perbaikan
Idrus juga mengajak seluruh pihak untuk melihat reshuffle secara positif, bukan sebagai polemik politik. Menurutnya, publik harus memberi kesempatan kepada menteri baru untuk bekerja dan membuktikan kinerjanya.
“Kita harus optimistis. Presiden sudah memberikan arah, tinggal bagaimana jajaran kabinet mengeksekusi program yang sudah ditetapkan. Kalau semua bekerja dengan niat baik, hasilnya pasti akan dirasakan rakyat,” katanya.
Ajakan Menjaga Stabilitas
Di akhir pernyataannya, Idrus mengingatkan bahwa stabilitas politik dan dukungan masyarakat sangat penting agar reshuffle kabinet membawa dampak nyata. Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang bisa memecah belah, melainkan terus mendukung langkah pemerintah.
“Reshuffle adalah momentum perbaikan. Mari kita kawal bersama agar pemerintah semakin kuat dalam mewujudkan Indonesia maju,” pungkasnya.















