Inews Nanga Bulik – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah mendorong pemerintah provinsi untuk mengambil langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas harga cabai dan bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
Pantau Harga dan Pasokan
DPRD Kalteng meminta dinas terkait secara rutin memantau harga dan pasokan cabai, beras, gula, minyak goreng, serta komoditas pokok lainnya. Selain itu, disarankan adanya koordinasi dengan distributor, pedagang, dan petani agar suplai tetap lancar.
“Antisipasi dini sangat diperlukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan membeli kebutuhan pokok saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” ujar anggota DPRD Kalteng.

Baca juga: Kadisdik Barsel Sebut TK Kemala Bhayangkari 16 Buntok Keren
Dorong Operasi Pasar dan Bantuan Logistik
Beberapa langkah yang diusulkan termasuk operasi pasar murah, bantuan logistik untuk pedagang kecil, dan penyediaan cadangan bahan pokok di gudang strategis. Tujuannya adalah menjaga harga tetap stabil tanpa mengganggu kelancaran distribusi.
Sinergi Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
DPRD menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan pelaku usaha. Selain menjaga stabilitas harga, langkah ini juga mencegah spekulasi pasar yang dapat memicu kenaikan harga secara drastis.
Edukasi dan Informasi ke Masyarakat
Selain pengawasan harga, DPRD Kalteng juga mendorong adanya informasi harga harian dan edukasi ke masyarakat agar konsumen dapat membuat keputusan belanja yang tepat dan mengantisipasi kenaikan harga secara bijak.
Melalui langkah-langkah ini, DPRD Kalteng berharap kestabilan harga cabai dan bahan pokok tetap terjaga, sehingga masyarakat Kalimantan Tengah dapat menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.















