Inews Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan dengan memperkuat barisan tanggap darurat lintas sektor sebagai upaya antisipasi dini terhadap ancaman karhutla, khususnya menjelang dan selama musim kemarau.
Penguatan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Barito Timur untuk melindungi lingkungan, keselamatan masyarakat, serta menjaga stabilitas aktivitas sosial dan ekonomi daerah.
Antisipasi Dini Hadapi Musim Kemarau
Ancaman karhutla dinilai masih menjadi salah satu tantangan utama di wilayah Barito Timur. Kondisi cuaca kering, ditambah karakteristik lahan tertentu, berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran jika tidak diantisipasi sejak dini.
Pemkab Barito Timur menegaskan bahwa langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah meluas, sehingga kesiapsiagaan menjadi prioritas utama.
Penguatan Barisan Tanggap Darurat
Dalam menghadapi potensi karhutla, Pemkab Barito Timur memperkuat barisan tanggap darurat yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI-Polri, perangkat daerah terkait, hingga relawan dan masyarakat peduli api.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat respons jika terjadi kebakaran, sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan.

Baca juga: Pemerintah siap perluas digitalisasi bansos ke-40 kabupaten dan kota
Fokus Pencegahan dan Deteksi Dini
Selain kesiapan personel, Pemkab Barito Timur juga menekankan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini. Pemantauan titik rawan karhutla, patroli rutin, serta pemanfaatan informasi cuaca menjadi bagian dari strategi pengendalian karhutla.
Masyarakat di wilayah rawan juga terus diedukasi agar tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk pembukaan lahan maupun aktivitas lainnya yang berpotensi memicu kebakaran.
Peran Aktif Masyarakat Sangat Penting
Pemkab Barito Timur menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan karhutla. Warga diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran atau aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan mereka.
Kesadaran dan kepedulian masyarakat diharapkan mampu menekan angka kejadian karhutla serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Koordinasi dan Kesiapan Sarana Prasarana
Penguatan barisan tanggap darurat juga dibarengi dengan peningkatan koordinasi antarinstansi serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Peralatan pemadam, kendaraan operasional, hingga sistem komunikasi terus dipastikan dalam kondisi siap pakai.
Koordinasi yang solid dinilai sangat penting agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Dampak Karhutla Jadi Perhatian Serius
Pemkab Barito Timur mengingatkan bahwa karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat akibat asap, terganggunya aktivitas ekonomi, serta potensi kerugian sosial yang luas.
Oleh karena itu, pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen seluruh pihak.
Komitmen Pemkab Barito Timur Jaga Lingkungan
Melalui penguatan barisan tanggap darurat, Pemkab Barito Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan responsif guna mengantisipasi ancaman karhutla.
Ke depan, Pemkab Barito Timur berharap upaya kolaboratif ini mampu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mewujudkan daerah yang aman, sehat, dan berkelanjutan.















