Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO
Berita  

Purbaya bakal tinjau hambatan dapen dan asuransi masuk pasar saham

BRIMO

Inews Nanga Bulik – Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan meninjau berbagai hambatan yang selama ini membuat dana pensiun (dapen) dan perusahaan asuransi belum optimal berinvestasi di pasar saham. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pendalaman pasar keuangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul masih minimnya porsi investasi institusi jangka panjang di pasar modal Indonesia dibandingkan negara lain.

Dorong Peran Investor Institusi Jangka Panjang

Purbaya menilai dana pensiun dan asuransi memiliki karakteristik dana jangka panjang yang ideal untuk mendukung stabilitas pasar saham. Namun, realisasinya masih terkendala oleh berbagai faktor, baik regulasi maupun manajemen risiko.

“Kita ingin melihat apa saja yang menjadi penghambat sehingga dapen dan asuransi belum masuk secara optimal ke pasar saham,” ujar Purbaya.

Identifikasi Hambatan Regulasi dan Risiko

Menurut Purbaya, sejumlah hambatan yang perlu dikaji antara lain aturan investasi, batasan penempatan dana, hingga kekhawatiran terhadap volatilitas pasar saham. Selain itu, aspek tata kelola dan kehati-hatian juga menjadi pertimbangan utama bagi pengelola dana pensiun dan asuransi.

Kajian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang seimbang antara prinsip kehati-hatian dan kebutuhan pengembangan pasar modal.

Purbaya
Purbaya

Baca juga: Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi mengundurkan diri

Perkuat Pendalaman Pasar Keuangan

Masuknya dana pensiun dan asuransi ke pasar saham dinilai dapat memperkuat pendalaman pasar keuangan (financial deepening). Kehadiran investor institusi jangka panjang diyakini mampu mengurangi dominasi investor ritel dan menekan fluktuasi jangka pendek.

Purbaya menegaskan bahwa pasar saham yang sehat membutuhkan basis investor yang kuat dan berjangka panjang.

Sinergi dengan OJK dan Pemangku Kepentingan

Dalam meninjau hambatan tersebut, LPS akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku industri, serta pemangku kepentingan terkait. Sinergi ini penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak tumpang tindih dan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci dalam mendorong reformasi kebijakan investasi institusi keuangan.

Tetap Utamakan Prinsip Kehati-hatian

Meski mendorong perluasan investasi ke pasar saham, Purbaya menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama. Dana pensiun dan asuransi mengelola dana masyarakat yang harus dijaga keamanannya.

Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus mampu menyeimbangkan antara potensi imbal hasil dan risiko yang ada.

Harapan Perkuat Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Dengan masuknya lebih banyak dana institusi ke pasar saham, diharapkan pasar modal Indonesia semakin stabil dan mampu mendukung pembiayaan sektor riil. Hal ini juga diharapkan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Purbaya optimistis, melalui kajian dan pembenahan kebijakan, peran dana pensiun dan asuransi di pasar saham dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan aspek perlindungan dana masyarakat.

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *