Inews Nanga Bulik – Pemerintah Singapura memperketat skrining kesehatan di seluruh bandara internasional sebagai langkah antisipatif menyusul meningkatnya kewaspadaan global terhadap Virus Nipah, penyakit zoonosis berbahaya yang memiliki tingkat kematian tinggi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi masuknya virus melalui jalur perjalanan internasional.
Otoritas setempat menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat pencegahan dini dan merupakan bagian dari sistem kesiapsiagaan kesehatan nasional.
Skrining Diperketat di Pintu Masuk Negara
Otoritas Bandara Singapura bersama Kementerian Kesehatan (MOH) meningkatkan pemeriksaan terhadap penumpang yang datang dari negara atau wilayah yang dinilai berisiko. Skrining meliputi pemantauan suhu tubuh, pengisian deklarasi kesehatan, serta observasi gejala klinis tertentu.
Petugas kesehatan juga disiagakan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan jika ditemukan penumpang dengan gejala mencurigakan.
Antisipasi Penyebaran Virus Nipah
Virus Nipah dikenal sebagai penyakit menular yang dapat menyebar dari hewan ke manusia, serta berpotensi menular antarmanusia dalam kondisi tertentu. Infeksi virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut hingga ensefalitis, dengan tingkat fatalitas yang relatif tinggi.
Pemerintah Singapura menilai kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat mobilitas internasional yang tinggi melalui Bandara Changi.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5488091/original/027429500_1769725992-perbatasan_singapura.jpg)
Baca juga: Menjaga masyarakat sehat dengan CKG
Tidak Ada Kasus Lokal, Warga Diminta Tenang
Hingga saat ini, otoritas kesehatan Singapura menegaskan belum ditemukan kasus Virus Nipah di dalam negeri. Namun, masyarakat dan pelaku perjalanan diminta tetap waspada serta mematuhi seluruh prosedur kesehatan yang ditetapkan.
“Kami mengambil langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan publik. Tidak ada alasan untuk panik,” ujar perwakilan Kementerian Kesehatan Singapura.
Imbauan bagi Pelaku Perjalanan
Pelaku perjalanan yang merasa tidak sehat, terutama dengan gejala demam, batuk, sakit kepala berat, atau gangguan pernapasan, diimbau untuk menunda perjalanan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Penumpang juga diminta jujur dalam pengisian formulir kesehatan guna memudahkan proses deteksi dini.
Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan
Selain di bandara, rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Singapura juga meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk protokol isolasi dan penanganan pasien dengan penyakit menular. Tenaga medis telah diingatkan untuk segera melaporkan dan menangani kasus yang dicurigai sesuai prosedur.
Langkah ini merupakan bagian dari pengalaman Singapura dalam menghadapi wabah penyakit menular sebelumnya.
Kerja Sama Regional dan Global
Singapura juga terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi dengan organisasi kesehatan internasional dan negara-negara mitra. Pertukaran informasi dan kerja sama lintas negara dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit secara global.
Dengan pengetatan skrining ini, pemerintah berharap dapat menjaga keamanan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas penerbangan internasional tetap berjalan dengan aman dan terkendali.















