Inews Nanga Bulik – Menteri Keuangan, Purbaya, menegaskan bahwa kucuran dana sebesar Rp200 triliun yang telah digelontorkan pemerintah mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (13/9/2025), sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bukti efektivitas kebijakan fiskal yang tengah dijalankan.
Dana Digelontorkan untuk Sektor Strategis
Menurut Purbaya, alokasi dana Rp200 triliun tersebut disalurkan ke sejumlah sektor strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur, subsidi pangan, hingga dukungan bagi dunia usaha. Selain itu, sebagian dana juga diarahkan untuk memperkuat program perlindungan sosial dan pembiayaan UMKM.
“Setiap rupiah yang keluar harus terukur dampaknya. Kami pastikan alokasi ini tidak sekadar menghabiskan anggaran, melainkan benar-benar memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Pertumbuhan Ekonomi Mulai Menggeliat
Purbaya menyebut sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif. Misalnya, tingkat konsumsi rumah tangga naik 3,2 persen dibanding kuartal sebelumnya, penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi meningkat, serta daya beli masyarakat mulai stabil.
Selain itu, investasi swasta juga tercatat tumbuh seiring adanya pembangunan infrastruktur baru yang memperbaiki konektivitas antarwilayah. “Dampak ini belum masif, tapi sudah mulai terlihat, dan akan semakin kuat dalam beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

Baca juga: Update Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk, BNPB: 17 Jenazah Korban Berhasil Diidentifikasi
Jaga Keseimbangan Fiskal
Di tengah pembelanjaan besar, pemerintah juga berkomitmen menjaga keseimbangan fiskal agar tidak menimbulkan beban jangka panjang. Purbaya menegaskan bahwa belanja ini tetap terkendali karena defisit APBN masih berada di bawah batas aman, yakni 2,7 persen dari PDB.
“Dana Rp200 triliun ini bukan belanja liar, melainkan instrumen untuk mendorong multiplier effect. Kami tetap menjaga disiplin fiskal agar ekonomi tumbuh tanpa menciptakan risiko besar di masa depan,” kata Menkeu.
Optimisme Hadapi Tantangan Global
Purbaya juga menyinggung tantangan global seperti ketidakpastian harga komoditas, gejolak geopolitik, dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar. Namun, ia optimistis bahwa kebijakan fiskal proaktif dapat menjadi penyangga yang efektif.
“Kita tidak bisa mengendalikan faktor eksternal, tapi kita bisa memperkuat pondasi ekonomi domestik. Rp200 triliun ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk melindungi sekaligus memperkuat daya saing nasional,” jelasnya.
Harapan Masyarakat dan Dunia Usaha
Kalangan pengusaha menyambut baik pernyataan Purbaya. Mereka berharap dukungan fiskal tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga membuka ruang ekspansi usaha baru. Sementara itu, masyarakat menilai program subsidi pangan yang sebagian dibiayai dari dana tersebut cukup membantu menjaga daya beli di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.
“Kalau pemerintah konsisten, kami yakin efeknya akan semakin terasa, bukan hanya di kota besar tapi juga hingga ke daerah,” ujar salah seorang pelaku UMKM di Jakarta.
Ke Depan: Pengawasan Jadi Kunci
Meski hasil positif mulai terlihat, Purbaya mengingatkan bahwa pengawasan tetap menjadi kunci. Ia menekankan agar kementerian dan lembaga penerima alokasi dana bekerja dengan transparan dan akuntabel.
“Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan. Dampaknya sudah terasa, tapi pengawasan harus terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar sampai ke masyarakat,” pungkasnya.















