Inews Nanga Bulik – Tim gabungan terus bekerja keras menangani dampak tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo. Hingga Sabtu (13/9/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 17 jenazah korban berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Proses Identifikasi Korban
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menuturkan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan sampel DNA korban dengan keluarganya. Tim DVI mendirikan posko utama di RS Bhayangkara Surabaya untuk mempercepat proses tersebut.
“Dari 17 jenazah yang berhasil diidentifikasi, seluruhnya sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai tata cara masing-masing,” ujar Kepala Pusat Data BNPB.
Puluhan Korban Masih Belum Ditemukan
BNPB mencatat total korban meninggal dunia akibat ambruknya musala tersebut mencapai 17 orang yang sudah teridentifikasi. Namun, berdasarkan laporan terbaru, masih ada puluhan santri yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan metode manual dan menggunakan alat berat.
Kondisi reruntuhan yang labil menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat. Potensi reruntuhan susulan membuat upaya pencarian harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Baca juga: BNPB: Pembersihan Puing Ponpes Al Khoziny Berisiko Terjadi Reruntuhan Susulan
Dukungan Psikososial untuk Keluarga
Selain fokus pada evakuasi, BNPB bersama Kementerian Sosial dan Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan dukungan layanan psikososial bagi keluarga korban maupun para santri yang selamat. Hal ini dilakukan untuk meringankan trauma mendalam yang dialami pasca kejadian.
“Tim psikososial sudah diterjunkan, terutama untuk mendampingi para santri yang mengalami syok berat. Mereka butuh dukungan agar bisa pulih secara mental,” ungkap Kepala Dinas Sosial Jatim.
Pemerintah Pusat Pantau Penanganan
Pemerintah pusat juga ikut memantau langsung perkembangan penanganan. Menteri Sosial serta Kepala BNPB telah meninjau lokasi dan memberikan arahan agar semua proses evakuasi, identifikasi, hingga penyaluran bantuan dilakukan cepat dan transparan.
“Prioritas utama adalah keselamatan korban, baik yang masih tertimbun maupun yang selamat. Semua pihak diminta bekerja sama secara sinergis,” ujar Menteri Sosial.
Bantuan Terus Mengalir
Sejumlah bantuan logistik terus berdatangan, baik dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, maupun relawan. Posko bantuan didirikan untuk menampung kebutuhan mendesak seperti makanan, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan ibadah.
Pemerintah juga memastikan seluruh biaya perawatan korban luka serta proses pemakaman korban meninggal akan ditanggung negara.















