Inews Nanga Bulik – Pernyataan tegas datang dari Purbaya yang menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara acak ke kantor-kantor anggota Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Ancaman sidak itu disampaikan sebagai bentuk tekanan agar perbaikan layanan dan kepatuhan internal segera dilakukan tanpa menunggu perintah formal.
Tekad Tegas untuk Perbaikan Layanan
Dalam pernyataannya di hadapan awak media, Purbaya menegaskan tidak segan berkeliling — “muter-muter” — untuk meninjau langsung praktik layanan di lapangan. “Saya muter-muter biar mereka kapok kalau masih ada perilaku tidak profesional atau kelalaian dalam melayani masyarakat,” ujarnya. Prinsip yang ditegaskan adalah bahwa pemantauan dan pengawasan harus nyata, bukan sekadar laporan administratif di meja kerja.
Purbaya menilai, bank-bank milik negara memiliki tanggung jawab besar sebagai penyedia layanan keuangan publik dan sebagai instrumen kebijakan pemerintah. Karena itu, standar pelayanan, kepatuhan terhadap aturan, hingga perlindungan nasabah harus menjadi prioritas utama.
Fokus Pengawasan: Pelayanan, Kepatuhan, dan Penyaluran Kredit
Sidak yang dijanjikan Purbaya tidak hanya menyoal etika petugas di teller. Beberapa area pengawasan yang disebut akan menjadi sorotan meliputi:
-
Kualitas layanan nasabah, termasuk antrean, penyelesaian keluhan, dan transparansi biaya.
-
Proses penyaluran kredit, khususnya untuk program prioritas seperti UMKM dan subsidi pemerintah, agar tidak menyimpang atau terjadi praktik favoritisme.
-
Kepatuhan terhadap ketentuan regulator, misalnya perlindungan data nasabah dan pelaporan transaksi mencurigakan.
Purbaya menekankan bahwa sidak bertujuan memberikan sinyal kuat: “Kalau kinerja dan kepatuhan sudah benar, sidak ini hanya konfirmasi. Kalau belum—ya, harus ada perbaikan cepat.”

Baca juga: Diskominfosantik Barito Timur Gandeng BSSN Terapkan Sertifikat Elektronik
Reaksi dan Tanggung Jawab Himbara
Hingga saat ini, perwakilan Himbara belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait ancaman sidak tersebut. Namun sumber internal menyebut bahwa pimpinan bank-bank BUMN selama ini sudah diingatkan untuk memperbaiki standar operasional dan layanan. Kegiatan inspeksi mendadak dipandang sebagai momentum evaluasi sekaligus pembelajaran.
Pengamat perbankan menilai langkah pengawasan langsung semacam ini bisa efektif mendorong perbaikan cepat, terutama jika hasil temuan ditindaklanjuti dengan sanksi dan rekomendasi yang jelas. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya mekanisme yang terukur agar sidak tidak sekadar aksi simbolik.
Dampak ke Nasabah dan Publik
Ancaman sidak yang tegas berpotensi memberi dua dampak utama: meningkatkan kewaspadaan internal bank dan mendorong perbaikan layanan bagi nasabah. Jika dilakukan konsisten dan transparan, inspeksi akan memberi manfaat nyata—penurunan keluhan, proses layanan yang lebih cepat, dan rasa aman bagi nasabah.
Namun, jika sidak hanya bersifat sesaat tanpa rencana tindak lanjut, maka efek jangka panjangnya minimal. Untuk itu Purbaya menyatakan bahwa hasil sidak akan diumumkan dan akan disertai langkah perbaikan yang terukur.
Langkah Lanjutan dan Harapan Publik
Purbaya menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait—manajemen bank, regulator, hingga instansi pengawas—sebagai rangkaian tindak lanjut. Ia berharap aksi ini menimbulkan budaya kepatuhan dan pelayanan prima di seluruh jaringan bank BUMN.
“Tujuan utamanya sederhana: bank pelayan publik harus melayani dengan baik. Kalau ada yang lalai, harus ada konsekuensi. Saya akan pastikan itu terjadi,” tutup Purbaya.















